PILARBMR.COM, BOLSEL – Peta persaingan menuju kursi Kepala Desa Pangia, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mulai menjadi sorotan. Nama Adlun Katili mencuat setelah hasil survei yang beredar menyebut dirinya meraih angka dukungan mencapai 71,28 persen, dengan keunggulan di tiga dari empat dusun.
Menghadapi kontestasi pemilihan kepala desa periode 2026–2033, angka tersebut menjadi sinyal kuat mengenai dinamika dukungan masyarakat terhadap Adlun Katili. Berdasarkan informasi yang disampaikan, tiga dusun disebut menjadi wilayah dengan keunggulan telak, sementara satu dusun lainnya memperlihatkan persaingan yang lebih ketat, dengan selisih sekitar 14 persen dari calon pesaing.
Meski demikian, hasil survei tersebut tetap merupakan gambaran dukungan pada waktu tertentu, bukan penentu hasil akhir pemilihan. Metode, jumlah responden, dan waktu pelaksanaan survei perlu dipastikan agar angka tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah dinamika tersebut, perhatian turut datang dari sejumlah tokoh masyarakat yang berada di empat dusun Desa Pangia. Mereka adalah Riman Abas dari Dusun III, Rahim Karim dari Dusun I, Sukemi Bobutihe dari Dusun IV, serta Rukiman Abas dari Dusun II.
Apresiasi yang disampaikan terhadap hasil survei tersebut menjadi bagian dari dinamika politik desa yang terus berkembang. Keempat tokoh ini berasal dari wilayah berbeda, dengan masyarakat yang memiliki harapan dan kebutuhan masing-masing terhadap masa depan desa.
Riman Abas, tokoh masyarakat Dusun III, menjadi salah satu figur yang memberikan apresiasi atas hasil survei tersebut.
Dalam kontestasi desa, besarnya dukungan masyarakat dapat menjadi cerminan kepercayaan yang mulai tumbuh. Namun, kepercayaan itu harus dijawab dengan komitmen, kerja nyata, dan kesediaan untuk mendengarkan aspirasi seluruh warga.
Rahim Karim, tokoh masyarakat Dusun I, turut menjadi bagian dari dinamika dukungan yang berkembang di tengah masyarakat Pangia.
Perbedaan pilihan dalam pemilihan kepala desa merupakan hal yang wajar. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan menempatkan kepentingan desa di atas kepentingan kelompok.
Sukemi Bobutihe, tokoh masyarakat Dusun IV, juga disebut memberikan apresiasi terhadap perkembangan hasil survei tersebut.
Dalam menentukan pemimpin, masyarakat tidak hanya membutuhkan popularitas, tetapi juga sosok yang mampu merawat kebersamaan, memahami persoalan warga, serta menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan secara nyata.
Sementara itu, Rukiman Abas, tokoh masyarakat Dusun II, turut disebut dalam jajaran tokoh yang memberikan perhatian terhadap perkembangan dukungan bagi Adlun Katili.
Bagi masyarakat desa, kepemimpinan bukan sekadar persoalan siapa yang memperoleh suara terbanyak. Lebih dari itu, pemimpin diharapkan mampu menjadi pengayom bagi seluruh warga, tanpa membedakan dusun, pilihan politik, maupun latar belakang sosial.
Angka 71,28 persen yang disebut dalam hasil survei menjadi perhatian tersendiri dalam dinamika Pilkades Pangia. Namun, besarnya angka dukungan harus tetap dibaca secara proporsional dan tidak dijadikan alasan untuk mengabaikan suara masyarakat yang berbeda pilihan.
Tiga dusun yang disebut unggul dan satu dusun dengan persaingan lebih ketat menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki dinamika tersendiri. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa membangun kepercayaan masyarakat membutuhkan pendekatan yang merangkul semua kalangan.
Pada akhirnya, masyarakat Pangia tidak hanya menantikan siapa yang akan memimpin desa untuk periode 2026–2033. Mereka juga menantikan sosok yang mampu menjaga persatuan, memperjuangkan kebutuhan warga, serta membawa desa menuju masa depan yang lebih baik.
Sebab, kemenangan dalam kontestasi politik desa bukan hanya tentang mengungguli lawan, melainkan tentang kemampuan menyatukan kembali masyarakat setelah perbedaan pilihan berakhir.
Dan bagi siapa pun yang kelak memperoleh amanah, tanggung jawab sesungguhnya baru dimulai ketika pesta demokrasi usai: membuktikan bahwa kepercayaan rakyat bukan sekadar angka dalam survei, melainkan amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
