PILARBMR.COM, MANADO – Perjalanan Musyawarah Wilayah (Muswil) X KAHMI Sulawesi Utara melahirkan babak baru kepemimpinan. Bupati Bolaang Mongondow Selatan, H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., secara resmi ditetapkan sebagai Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulawesi Utara.
Penetapan tersebut berlangsung dalam rapat perdana tujuh presidium terpilih. Melalui berbagai pertimbangan dan kesepakatan bersama, Iskandar Kamaru dipercayakan untuk mengoordinasikan kepemimpinan kolektif Presidium KAHMI Sulut.
Kepercayaan ini bukan sekadar penetapan posisi dalam struktur organisasi, melainkan amanah untuk merawat kebersamaan, menyatukan gagasan, serta menggerakkan potensi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) demi kemajuan organisasi dan kemaslahatan masyarakat.
Harapan besar terhadap kepengurusan baru tersebut disampaikan Madzhabullah Ali, salah satu anggota Presidium KAHMI Sulut, yang mewakili harapan rekan-rekannya di jajaran presidium.
Menurutnya, kepemimpinan baru di bawah koordinasi Iskandar Kamaru diharapkan mampu membawa KAHMI Sulawesi Utara semakin berkembang, semakin diperhitungkan dalam kontribusi keumatan dan kebangsaan, serta semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Dirinya berharap KAHMI Sulut dapat semakin bercahaya di tingkat Majelis Nasional KAHMI, melalui karya nyata, gagasan konstruktif, dan kontribusi yang memberikan dampak positif bagi daerah maupun bangsa.
Lebih dari itu, Madzhabullah menekankan pentingnya perhatian terhadap kader-kader HMI yang masih berproses. Sebab, KAHMI bukan hanya rumah bagi para alumni, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing, mendukung, dan membuka ruang pengabdian bagi generasi penerus HMI.
“Harapan kami, kepengurusan yang baru ini tidak hanya mampu menjaga nama besar KAHMI, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi rumah pengabdian yang terus memberikan ruang bagi adik-adik kader HMI untuk tumbuh, berkembang, dan melanjutkan perjuangan” Harap Madzhabullah
Pada akhirnya, jabatan Koordinator Presidium bukanlah tentang siapa yang berada di depan, melainkan bagaimana seluruh potensi dapat berjalan bersama dalam satu tujuan.
Karena, kebesaran KAHMI tidak semata-mata diukur dari siapa yang memimpin, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu dihadirkan bagi umat, bangsa, dan generasi penerus.
KAHMI harus terus menjadi rumah gagasan, ruang pengabdian, dan jembatan perjuangan lintas generasi.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
