PILARBMR.COM, MANADO – Musyawarah Wilayah (Muswil) X Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) mulai memasuki fase penting. Bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, Muswil menjadi ruang konsolidasi untuk mempertemukan gagasan, menyatukan langkah, sekaligus menentukan arah organisasi KAHMI Sulut ke depan.
Berbagai persiapan menuju momentum tersebut terus dimatangkan Steering Committee (SC) Muswil X. Selasa (22/9/2026), SC menggelar rapat melalui Zoom Meeting yang dipimpin langsung Ketua SC, Iskandar Kamaru, yang juga Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari kesiapan teknis pelaksanaan, mekanisme persidangan, pemberitahuan kepada Majelis Daerah (MD) KAHMI, hingga tahapan pencalonan dan pemilihan Presidium KAHMI Sulut.
Ketua SC Iskandar Kamaru menegaskan, pemberitahuan pelaksanaan Muswil kepada seluruh MD KAHMI di 12 kabupaten dan kota se-Sulut akan disampaikan paling lambat tujuh hari sebelum Muswil digelar.
Pemberitahuan tersebut akan disertai sejumlah dokumen penting, antara lain draf Muswil, Surat Keputusan (SK) Organizing Committee (OC), SK SC, serta surat Panitia Seleksi (Pansel) Muswil yang akan disampaikan kepada masing-masing MD melalui OC.
“SC nantinya akan mengikuti jadwal resmi Muswil yang ditetapkan OC sesuai jadwal Majelis Nasional (MN) KAHMI,” ujar Iskandar
Tak hanya mematangkan mekanisme persidangan, SC juga menyiapkan ruang dialog yang diharapkan dapat memperkaya perspektif kebangsaan para peserta Muswil.
Dialog kebangsaan tersebut direncanakan berlangsung setelah pembukaan Muswil dengan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pembicara, yakni Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Direktur Jawa Pos H. Suhendro Boroma, serta Koordinator Presidium MN KAHMI, Romo Muhammad Syafi’i.
Sementara itu, Sekretaris SC, Idham Malewa, mengungkapkan bahwa Muswil X akan diikuti oleh 12 MD KAHMI dari kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.
Masing-masing MD akan mengutus dua delegasi, yakni satu utusan dan satu peninjau.
Yang tak kalah penting, rapat SC turut membahas tahapan pemilihan Presidium. Mekanisme pemilihan, batas pemasukan berkas bakal calon Presidium sebelum Pleno I, hingga pengumuman calon Presidium oleh Pansel akan menjadi bagian dari rangkaian persidangan Muswil.
“Sedangkan mekanisme pemilihan Presidium, batas pemasukan berkas bakal calon Presidium sebelum Pleno I dimulai dan pengumuman calon Presidium oleh Pansel ditetapkan oleh pimpinan sidang pada Pleno IV,” jelas Idham
Rangkaian persiapan ini menunjukkan bahwa Muswil X KAHMI Sulut tidak hanya dipersiapkan sebagai forum administratif organisasi. Di dalamnya terdapat ruang untuk menyampaikan gagasan, mempertemukan pandangan dan merumuskan arah perjalanan organisasi ke depan.
Karena itu, kesiapan teknis, ketertiban mekanisme, serta partisipasi seluruh unsur KAHMI menjadi bagian penting agar Muswil dapat berlangsung sesuai aturan organisasi dan menghasilkan proses yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rapat SC turut diikuti anggota SC lainnya, yakni Rahmat Adam, Fitri Latief, Feiby Ismail, Suardi Hamzah selaku Koordinator Presidium, serta Mazhabullah Ali sebagai ex officio.
Dengan 12 MD yang dipastikan menjadi bagian dari Muswil, perhatian kini tertuju pada Manado. Di kota ini, gagasan, aspirasi dan masa depan organisasi akan dipertemukan dalam satu forum besar KAHMI Sulawesi Utara.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
