Raih 11 Suara, Iskandar Kamaru Tegaskan: Kemenangan Bukan untuk Dibanggakan, tetapi untuk Pengabdian

Bagikan Berita ini

PILARBMR.COM, MANADO – Kontestasi telah usai, suara telah dihitung, dan tujuh nama telah ditetapkan. Namun, bagi Iskandar Kamaru, terpilih sebagai Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Utara bukanlah garis akhir sebuah perjuangan. Justru di titik inilah tanggung jawab pengabdian yang sesungguhnya dimulai.

Dari 15 calon yang berkompetisi memperebutkan tujuh kursi presidium, Iskandar Kamaru berhasil meraih 11 suara. Kepercayaan tersebut menjadi amanah yang ia terima dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh Majelis Daerah (MD) KAHMI kabupaten/kota se-Sulawesi Utara yang telah mengambil bagian dalam proses demokrasi organisasi tersebut.

Bagi Iskandar, angka 11 bukan sekadar hitungan suara. Di baliknya ada kepercayaan, harapan, dan tanggung jawab yang harus dijawab melalui kerja nyata.

Ia menegaskan, kemenangan dalam Musyawarah Wilayah bukanlah tujuan akhir yang harus dirayakan dengan euforia semata. Lebih dari itu, kemenangan harus menjadi pintu masuk bagi lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa KAHMI Sulawesi Utara semakin maju, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ini bukan soal kemenangan, tetapi bagaimana kemenangan ini mampu membawa KAHMI Sulawesi Utara ke depan, menjalankan kepemimpinan dengan baik demi kemaslahatan umat dan bangsa.”

Pesan itu menjadi pengingat bahwa jabatan dalam organisasi bukan sekadar kehormatan, apalagi kebanggaan pribadi. Jabatan adalah amanah yang menuntut tanggung jawab, keteladanan, dan kesediaan untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.

Di balik dinamika pemilihan, ada pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar siapa yang terpilih dan siapa yang belum memperoleh kepercayaan. Ada persaudaraan yang telah dibangun bertahun-tahun, ada sejarah perjuangan yang mengikat kader, serta ada cita-cita HMI yang tidak boleh berhenti hanya karena perbedaan pilihan.

Iskandar berharap, seluruh dinamika yang mewarnai proses pemilihan justru semakin mempererat persaudaraan keluarga besar hijau hitam. Perbedaan dukungan hendaknya tidak berubah menjadi jarak, dan kompetisi tidak boleh mengikis rasa kekeluargaan di antara sesama kader.

Sebab, dalam rumah besar KAHMI, perbedaan pilihan adalah bagian dari dinamika, sedangkan persaudaraan merupakan kekuatan yang harus terus dijaga.

Muswil boleh menghadirkan persaingan. Perbedaan pandangan boleh mewarnai forum. Namun, setelah seluruh proses selesai, semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama: menjaga kehormatan organisasi dan melanjutkan perjuangan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

KAHMI tidak hanya membutuhkan pemimpin yang memperoleh suara, tetapi juga pemimpin yang mampu merangkul mereka yang berbeda pilihan. Bukan sekadar presidium yang duduk dalam struktur, melainkan figur-figur yang sanggup menghadirkan gagasan, menyatukan kekuatan, dan membuktikan bahwa nilai-nilai perjuangan HMI tetap hidup dalam pengabdian para alumninya.

Berdasarkan hasil pemilihan yang disampaikan, tujuh nama yang terpilih sebagai Presidium KAHMI Sulawesi Utara adalah:

1. Iskandar Kamaru — 11 suara
2. Jifly Z. Adam — 11 suara
3. Hairil Paputungan — 11 suara
4. Mursidin Mokobombag — 11 suara
5. Mudzhabullah Ali — 8 suara
6. M. Fikri Darise — 8 suara
7. Firman Mustika — 8 suara

Ketujuh nama tersebut kini memikul tanggung jawab bersama untuk membawa KAHMI Sulawesi Utara ke arah yang lebih baik. Tantangan ke depan bukan lagi tentang siapa yang unggul dalam perolehan suara, melainkan bagaimana kepercayaan yang diberikan dapat diterjemahkan menjadi kerja-kerja organisasi yang nyata.

Masyarakat dan umat tidak cukup hanya mendengar tentang siapa yang terpilih. Mereka menanti kontribusi, pemikiran, keteladanan, dan pengabdian yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Pada akhirnya, kemenangan seorang kader akan memiliki makna yang lebih besar ketika mampu menjadi kemenangan bagi organisasi, umat, dan bangsa.

Sebab, perjuangan hijau hitam tidak diukur dari berapa banyak suara yang berhasil diraih, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan.

Berbeda pilihan bukan berarti kehilangan persaudaraan. Berkompetisi bukan berarti bermusuhan. Dan terpilih bukan berarti berdiri lebih tinggi dari yang lain.

Kini, saatnya kembali merapatkan barisan. Sebab, KAHMI Sulawesi Utara membutuhkan persatuan untuk melangkah lebih jauh, kepemimpinan untuk bergerak lebih terarah, dan pengabdian untuk membuktikan bahwa perjuangan tidak pernah berhenti pada kemenangan.

Berbeda dalam pilihan, bersatu dalam pengabdian. Dari hijau hitam, untuk umat dan bangsa.

(HT)*

Komentar Facebook

Baca Juga

Kawal Aspirasi Rakyat, Wakil Ketua Dan Anggota DPRD Hadiri Musrembang

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) hadiri …

Konsolidasi MD KAHMI Bolsel, Satukan Barisan Dukung Iskandar Kamaru Menuju Presidium KAHMI Sulut

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Bolaang …