PILARBMR.COM, GORONTALO – Jarak boleh memisahkan seseorang dari tanah kelahirannya. Waktu boleh membawa manusia ke berbagai penjuru negeri. Namun, ada satu hal yang tidak semestinya ikut terpisah: persaudaraan.
Nilai itulah yang menemukan ruangnya dalam pembukaan Kongres Nasional V Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG), yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Jumat (6/11/2026).
Di antara ratusan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, hadir pula Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Dr. (Cand.) Hi. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan menjadi bagian dari dukungan terhadap ikatan kekeluargaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Gorontalo, baik di kampung halaman maupun di tanah perantauan.
Kongres yang mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Menjaga Persaudaraan, Memperkokoh Persatuan dalam Membangun Negeri” tersebut menjadi momentum penting bagi KKIG untuk meneguhkan kembali jati diri organisasi sebagai rumah besar masyarakat Gorontalo.
Sebab, organisasi kekeluargaan tidak cukup hanya berdiri dengan nama besar dan kepengurusan yang tersebar di berbagai wilayah. Ia harus hidup melalui kepedulian, tumbuh dalam kebersamaan, serta hadir ketika sesama membutuhkan uluran tangan.
Berlangsung selama tiga hari, 6–8 November 2026, Kongres Nasional V KKIG menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi. Agenda penting yang dibahas meliputi penguatan kelembagaan, penyusunan program kerja, pelantikan DPD dan DPC, hingga pemilihan Ketua Umum KKIG periode 2026 – 2030.
Sebanyak 559 peserta dari berbagai kepengurusan KKIG se-Indonesia tercatat mengikuti kongres tersebut, baik melalui registrasi daring maupun kehadiran langsung.
Pembukaan kongres turut dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo, Dra. Hj. Ida Syahidah Rusli Habibie, M.H., Ketua Umum KKIG Dr. H. Sjafrudin Mosii, S.E., M.M., CSFA., Dewan Pembina DPP KKIG Marsda (Purn.) Mujahidin Haripin Onde, S.H., serta jajaran pengurus KKIG dari seluruh Indonesia.
Ketua Panitia, Dr. Hj. Merlan Uloli, S.E., M.M., yang juga menjabat Ketua Dewan Kehormatan DPP KKIG, dalam laporannya menyampaikan bahwa kongres ini dirancang untuk mendorong kemajuan organisasi, memperkuat konsolidasi kepengurusan, serta menentukan arah kepemimpinan KKIG untuk empat tahun mendatang.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan DPP KKIG oleh Sekretaris Jenderal DPP KKIG, Efendy Payuyu, S.Hut., M.Si.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KKIG, Dr. H. Sjafrudin Mosii, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan daerah yang telah memberikan dukungan sehingga kongres dapat terlaksana.
Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran DPP dan DPC KKIG se-Indonesia atas kemandirian, semangat pengabdian, serta keikhlasan dalam menyukseskan agenda organisasi tersebut.
“Kongres ini merupakan hasil usaha kita semua dan ini patut disyukuri dan diapresiasi. Inilah kongres yang dihadiri peserta terbanyak dibandingkan dengan kongres sebelumnya” ucapnya
Ada hal menarik yang turut mewarnai pelaksanaan kongres. Sebanyak 250 unit bentor disiapkan untuk mengangkut peserta dalam agenda pawai. Kebijakan ini bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap para pengemudi bentor agar kehadiran kongres ikut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sjafrudin juga mengajak seluruh keluarga besar KKIG untuk mendukung program Presiden dalam membangun bangsa, sekaligus menjaga etika dalam menyampaikan pendapat, khususnya di media sosial. Ia berharap kepemimpinan yang terpilih nantinya mampu membawa KKIG menjadi organisasi yang semakin baik dan bermanfaat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Dra. Hj. Ida Syahidah Rusli Habibie, M.H., saat membuka kongres mengajak seluruh peserta menjaga kebersamaan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik.
Menurutnya, KKIG mempunyai peran penting dalam membantu masyarakat Gorontalo di perantauan. Kehadiran organisasi ini menjadi bukti bahwa ikatan kekeluargaan tidak harus melemah hanya karena seseorang berada jauh dari kampung halamannya.
Dirinya juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki kearifan lokal yang kuat, terutama dalam memuliakan tamu, menjaga hubungan sosial, serta melestarikan kekayaan seni dan kerajinan tangan daerah.
“Semoga melalui kongres ini dapat tercipta ide-ide, kontribusi, dan kemajuan KKIG yang sudah menyebar di seluruh Indonesia” ungkapnya
Wakil Gubernur menambahkan, kegiatan berskala nasional seperti ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap UMKM dan perekonomian masyarakat. Pemerintah Provinsi Gorontalo, tegasnya, terus mendukung program-program Presiden yang telah dijalankan.
Di tengah momentum konsolidasi organisasi tersebut, Bupati Iskandar Kamaru menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kongres Nasional V KKIG.
Menurutnya, KKIG memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan, mempererat hubungan kekeluargaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, baik di Gorontalo maupun di daerah tempat masyarakat Gorontalo merantau.
Baginya, kekuatan organisasi kekeluargaan tidak semata-mata terletak pada besarnya jumlah anggota atau luasnya wilayah kepengurusan. Lebih dari itu, kekuatan sesungguhnya terletak pada kemampuan menjaga persaudaraan, membangun kepedulian, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Iskandar berharap kongres ini mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis, memperkuat soliditas organisasi, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa KKIG semakin maju dan berkontribusi bagi masyarakat.
Ia juga berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kongres tidak berhenti ketika seluruh rangkaian kegiatan berakhir, tetapi terus terpelihara dalam kehidupan bermasyarakat dan pengabdian kepada bangsa.
Pada akhirnya, kongres ini bukan hanya tentang siapa yang akan memimpin KKIG untuk periode 2026–2030. Lebih besar dari itu, ada tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa persaudaraan tetap menjadi fondasi organisasi.
Sebab, seseorang mungkin meninggalkan kampung halaman untuk mencari masa depan di tempat yang jauh. Namun, jangan sampai keberhasilan di tanah rantau membuatnya lupa pada akar persaudaraan.
Karena sejatinya, sejauh apa pun kaki melangkah, kampung halaman tetap menjadi akar, dan persaudaraan adalah rumah yang tidak seharusnya kehilangan penghuninya.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
