PILARBMR.COM, GORONTALO – Tiga hari telah berlalu. Berbagai gagasan telah dipertemukan, silaturahmi telah dieratkan, dan semangat kebersamaan kembali diteguhkan. Namun, berakhirnya Kongres Nasional V Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) bukan berarti berakhir pula perjalanan persaudaraan keluarga besar Gorontalo.
Kongres yang berlangsung selama tiga hari tersebut resmi ditutup pada Minggu (8/11/2026), melalui kegiatan jalan sehat bersama yang dipusatkan di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo. Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan yang diikuti para peserta dan pengurus KKIG dari berbagai daerah di Indonesia.
Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Dr. (Cand.) Hi. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., turut hadir bersama seluruh jajaran pengurus KKIG se-Indonesia dalam momentum penutupan tersebut.
Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, jalan sehat menjadi simbol bahwa jarak geografis tidak seharusnya memisahkan ikatan kekeluargaan. Sebab, sejauh apa pun langkah seseorang merantau, akar persaudaraan dan identitas sebagai keluarga besar Gorontalo tetap menjadi pengikat kebersamaan.
Kongres Nasional V KKIG pun menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan pandangan, serta membangun komitmen bersama agar KKIG semakin berperan dalam kehidupan sosial, pembangunan daerah, hingga kontribusi bagi Indonesia.
Bupati Iskandar Kamaru berharap, berakhirnya kongres ini dapat menjadi awal dari semakin kokohnya solidaritas dan semangat pengabdian seluruh keluarga besar KKIG.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari seberapa besar struktur dan banyaknya anggota, tetapi juga dari kemampuan menjaga persaudaraan, menyatukan perbedaan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa KKIG harus terus tumbuh sebagai rumah besar yang merangkul seluruh keluarga Gorontalo, tanpa dibatasi perbedaan tempat tinggal, latar belakang, maupun kepentingan.
Sebab, persaudaraan sejati bukan hanya tentang seberapa erat seseorang berjabat tangan ketika bertemu, tetapi tentang bagaimana tetap saling menguatkan, menjaga kebersamaan, dan memberi arti meski berada di tempat yang berjauhan.
Dengan berakhirnya Kongres Nasional V ini, semangat kekeluargaan diharapkan tidak berhenti sebagai kenangan dalam sebuah pertemuan, tetapi menjelma menjadi kekuatan untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan kontribusi bagi daerah serta bangsa.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
