Pilkada 2024 Batal Dilaksanakan?

Bagikan Berita ini

TerasPolitik– Ajang kontestasi pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2024 di seluruh Provinsi se-Indonesia, dipastikan tidak akan terlaksana.

Hal ini sebagai mana wacana antara  Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan DPR-RI untuk melakukan pengunduran waktu pelaksanaan Pemilu tahun 2024 ke tahun 2027.

Dilansir dari media CNN Indonesia, dimana Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan wacana itu saat ini sedang digodok oleh pemerintah dan DPR RI dalam proses revisi Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Sepertinya akan diundur lagi pilkada dan pemilu serentaknya pada 2027,” kata Ilham dalam Seminar Nasional “Mewujudkan Kualitas Pilkada Serentak Tahun 2020 di Era New Normal”, Selasa (23/6).

Meski demikian, Ilham belum bisa memastikan secara terperinci terkait digesernya waktu pelaksanaan Pemilu serentak ke tahun 2027.

Gagasan antara KPU dan DPR RI baru sampai pada tahap pembahasan awal. 

“Saat ini DPR dan pemerintah sedang menggagas, merencanakan, atau merancang undang-undang bagaimana format pilkada dan pemilu yang kemudian tepat untuk kita semua,” ucapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memiliki rencana besar untuk menyerentakkan seluruh pemilihan umum.

Hal itu dimulai lewat Pilkada Serentak 2015 dengan menyerentakkan pemilihan di 269 daerah. Kemudian dilanjutkan dengan 101 daerah pada Pilkada 2017 dan 171 daerah pada Pilkada 2018.

Terkait hal ini, bisa jadi Pilkada serentak tahun 2020 akan menjadi gelaran terakhir sebelum Pemilu 2024 nanti. Asumsinya, Kepala daerah yang terpilih pada Pilkada 2020 hanya akan menjabat sampai tahun 2024.

Pun untuk daerah yang seharusnya menggelar pilkada pada 2022 dan 2023, akan digeser ke tahun 2024. Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala daerah hingga 2024, pemerintah akan menunjuk pelaksana tugas dari jabatan pimpinan tinggi madya.

Kemudian pada tahun 2024, rencananya Indonesia untuk pertama kali akan menyerentakkan pilpres, pileg, dan pilkada.

Sumber CNN Indonesia

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan