Ratusan Juta Uang Warga Asal Bolsel Ludes Di Tangan Oknum Polwan Sulut

Bagikan Berita ini

PILARBMR.COM, BOLSEL Kembali lagi Lembaga Polri tercoreng dengan ulah oknum polisi wanita (Polwan) yang berada di lingkungan Polda Sulawesi Utara yang terduga praktik Calo dalam proses penerimaan anggota Polri.
Oknum Polwan ini diketahui berinisial Aiptu JK yang terinformasi bertugas di wilayah Polresta Manado.

Kasus tersebut mencuat setelah salah seorang warga berasal dari Kabupaten Bolaang Monggondow Selatan (Bolsel) Kusmawandi Pakaya mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Wandi mengungkapkan, awalnya ia diperkenalkan dengan JK melalui rekan bisnisnya. Rekan tersebut meyakinkan pada dirinya bahwa anaknya lolos seleksi kepolisian pada tahun 2023 dengan bantuan oknum Polwal Inisial JK.
“Waktu itu saya dikenalkan oleh teman yang juga pengusaha. Dia bilang anaknya lulus polisi karena bantuan oleh Aiptu JK”
Ungkap Wandi saat ditemui Pilarbmr.com beberapa hari yang lalu

Kemudian kata Wandi, Setelah perkenalan itu berlangsung komunikasi antara Kusmawandi da JK berlanjut melalui via telfon. Dalam percakapan itu, Oknum Polwan JK menyatakan bahwa kesediaannya membantu agar anak Kusmawandi dapat diterima sebagai anggota Polri pada seleksi tahun 2024.

Namun, bantuan itu disebutkan tidak gratis. Wandi yang selaku Korban mengaku dimintakan untuk menyiapkan uang sebesar Rp100 juta yang diklaim akan digunakan untuk pengurusan proses kelulusan.

“JK bilang uang ini saya minta untuk atasannya dengan jumlah Rp100 juta” Jelas Wandi dengan wajah berkaca-kaca

Selanjutnya, sekitar dua pekan sebelum pelaksanaan seleksi Polri 2024, Kusmawandi bertolak ke Manado dan menyerahkan uang permintaan itu secara langsung kepada Polwan Aibtu JK. Saat itu terbangun kesepakatan bahwa uang itu akan dikembalikan jika anaknya tidak lulus.

Namun kenyataannya, ketika pengumuman hasil seleksi keluar dan hasilnya tidak lulus uang ratusan juta pun sampai sekarang tidak kunjung ditukar berdasarkan komitmen pembicaraan pengembalian dana.

“Saya meminta uang saya untuk di kembalikan sesuai dengan komitmen pembicaraan, tapi justru komunikasi malah diputuskan oleh Aiptu JK. Nomor telefon saya dan istrinya justru di blokir oleh yang bersangkutan ketika mencoba menagih uang tersebut” Terang Wandi dengan wajah penuh penyesalan

Kusmawandi berharap uang saya dapat di kembalikan dan Pihak kepolisian dapat juga mendalami kasus ini secara serius agar tidak akan terjadi lagi pada warga yang berada di Provinsi Sulawesi Utara khususnya warga di Daerah Bolaang Monggondow Selatan (Bolsel).

“Semoga kasus saya ini akhir dari penderitaan warga Sulut untuk tidak mudah percaya dengan janji-janji seperti yang saya dan keluarga rasakan. Begitu juga dengan uang yang dengan jerih payah saya mendapatkannya itu akan bisa kembali”
Tutup Wandi

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, mengaku baru mengetahui informasi tersebut. Ia menyarankan agar korban segera membuat laporan resmi agar kasus dapat diproses sesuai prosedur.

“Silakan dilaporkan ke Polda Sulut supaya bisa ditindaklanjuti,” kata Irham.

Hingga berita ini terbitkan, Kabid Humas Polda Sulawesi Utara Kombes Pol Alamsyah Hasibuan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
*H*

Komentar Facebook

Baca Juga

Kawal Aspirasi Rakyat, Wakil Ketua Dan Anggota DPRD Hadiri Musrembang

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) hadiri …

Bolsel FC Siap Sabet Kemenangan Saat Lawan KJS Di Babak 6 Besar Liga 4 Sulut

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL- Persaingan babak 6 besar Liga 4 Zona Sulawesi Utara kian sengit. …