PILARBMR.COM, BOLSEL – Tidak semua perpisahan benar-benar tentang meninggalkan. Ada yang pergi dengan membawa jejak pengabdian, ada pula yang datang dengan membawa harapan.
Suasana haru itulah yang terasa dalam acara pisah sambut Sangadi (Kepala Desa) Salongo Timur, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), dari Muh. Musliem M. Gobel, SE., M.Si., kepada Sangadi baru, Andika Taamol, S.Sos.
Bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, momentum tersebut menjadi ruang untuk mengenang pengabdian, menyampaikan terima kasih, sekaligus menitipkan harapan bagi masa depan Desa Salongo Timur.
Andika Taamole resmi mengemban amanah sebagai Sangadi Salongo Timur setelah dilantik melalui mekanisme pergantian antarwaktu oleh Pemerintah Kabupaten Bolsel. Dalam prosesi pelantikan, Andika hadir didampingi sang istri tercinta, Lici Paputungan.
Di hadapan aparat desa dan masyarakat, Andika menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Baginya, berdiri di hadapan masyarakat Salongo Timur bukanlah sebuah kebanggaan untuk dibanggakan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Tanpa dukungan yang tulus dari bapak dan ibu semua, mungkin saya tidak akan berdiri di tempat ini. Karena itu, saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan kepada saya” ungkap Andika
Ia menyadari, waktu yang dipercayakan kepadanya untuk memimpin desa mungkin tidak panjang. Namun, panjang atau pendeknya masa jabatan bukanlah ukuran utama sebuah pengabdian.
Yang jauh lebih penting adalah apa yang dapat ditinggalkan untuk masyarakat.
“Bagi saya, jabatan ini milik kita bersama, bukan milik pribadi. Yang terpenting adalah seberapa baik saya bisa memberikan manfaat bagi Desa Salongo Timur dan seluruh masyarakatnya” tegasnya
Menghargai yang Telah Pergi, Merangkul yang Masih Bersama
Di tengah hadirnya pemimpin baru, Andika tidak melupakan sosok yang sebelumnya berdiri di posisi tersebut.
Dirinya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Muh. Musliem M. Gobel atas seluruh pengabdian yang telah diberikan selama memimpin Desa Salongo Timur.
Baginya, pergantian kepemimpinan bukan berarti menghapus apa yang telah dilakukan sebelumnya.
Setiap pemimpin meninggalkan cerita. Setiap pengabdian meninggalkan jejak. Dan setiap kebaikan layak untuk dikenang.
“Sedalam-dalamnya saya menyampaikan terima kasih kepada Sangadi sebelumnya yang telah mengabdi dan berbakti untuk desa ini. Semoga segala pengabdian yang telah diberikan menjadi amal dan pahala,” ucapnya
Andika kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi mempertajam perbedaan.
Sebab, setelah pergantian kepemimpinan, yang tersisa bukan lagi soal siapa yang datang dan siapa yang pergi, tetapi bagaimana seluruh masyarakat kembali berdiri dalam satu barisan untuk membangun desa.
“Mari kita lupakan segala bentuk perbedaan dan kita eratkan kembali tali persaudaraan. Kita fokus menjalankan program dan membangun Desa Salongo Timur” ajaknya
“Saya Tidak Bisa Bekerja Sendiri”
Andika juga membuka ruang bagi seluruh masyarakat untuk memberikan kritik, saran dan masukan.
Ia tidak ingin pemerintahan desa berjalan hanya berdasarkan kehendak seorang pemimpin.
Menurutnya, membangun desa membutuhkan banyak tangan, banyak pikiran dan terutama kebersamaan.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, saya sangat membutuhkan bantuan, saran dan pendapat dari bapak dan ibu semua. Apa pun masukan yang diberikan akan terus saya terima selama itu untuk kepentingan Desa Salongo Timur,” katanya
Pesan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa pintu pemerintahan desa harus tetap terbuka bagi masyarakat.
Sebab, seorang Sangadi mungkin memegang jabatan, tetapi masyarakatlah yang menjadi alasan mengapa jabatan itu ada.
Ketika Nama Anak Selalu Ada dalam Doa Orang Tua
Namun, bagian paling mengharukan datang ketika Andika berbicara tentang kedua orang tuanya.
Di tengah amanah baru yang kini berada di pundaknya, ia tidak melupakan dua sosok yang sejak awal perjalanan hidupnya menjadi tempat bersandar dan sumber kekuatan: Mama dan Papa.
Dengan penuh haru, Andika menyampaikan terima kasih atas doa yang selama ini mengiringi setiap langkahnya.
“Tak lupa saya menyampaikan terima kasih kepada orang tua saya atas doa yang tulus. Di setiap sudut kehidupan saya, selalu ada nama saya dalam doa Mama dan Papa. Terima kasih, Mama. Terima kasih, Papa” tuturnya
Kalimat itu seolah mengingatkan bahwa di balik seorang anak yang berdiri menerima amanah, ada doa orang tua yang mungkin tak pernah terdengar, tetapi selalu menyertai setiap langkah.
Hari itu, Andika bukan hanya menerima sebuah jabatan.
Ia menerima sebuah yg tanggung jawab yang juga akan menjadi jawaban atas doa orang tuanya.
Pergi Membawa Kenangan, Datang Membawa Harapan
Andika turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bolsel, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia kemudian menyampaikan sebuah kalimat yang menjadi pesan penting dalam momentum tersebut:
“Pergi meninggalkan kenangan, datang membawa harapan.”
Kalimat itu bukan sekadar ungkapan perpisahan.
Ada penghormatan kepada mereka yang telah mengabdi. Ada penerimaan terhadap mereka yang datang membawa amanah. Dan ada harapan agar pergantian kepemimpinan tidak meninggalkan luka di tengah masyarakat.
Andika berharap seluruh kebaikan yang telah dibangun sebelumnya dapat dilanjutkan, sementara dirinya hadir membawa semangat baru untuk menjawab harapan masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, sebuah desa tidak dibangun oleh satu orang.
Desa dibangun oleh kebersamaan, oleh tangan-tangan masyarakat yang bekerja, oleh aparat yang mengabdi, dan oleh pemimpin yang bersedia mendengar.
Karena itu, Andika mengajak seluruh masyarakat Salongo Timur untuk kembali merajut persaudaraan.
Yang pergi, biarlah meninggalkan kenangan. Yang datang, mari diberi kesempatan untuk membawa harapan. Dan yang paling penting, jangan biarkan perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan.
Di penghujung masa jabatan yang dipercayakan kepadanya, Andika ingin meninggalkan satu hal: bukan sekadar nama sebagai Sangadi, tetapi jejak pengabdian yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Salongo Timur.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
