PILARBMR.COM, KOTA DEPOK – Ada kabar yang patut menjadi kebanggaan masyarakat Desa Salongo Bersatu sekaligus menjadi penyemangat bagi para orang tua yang sedang berjuang menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke perguruan tinggi.
Adalah Chelsea Alfathia Syakira Baeda, putri dari pasangan Suprianto Baeda dan Herlina Tohopi, yang kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia (UI) di wilayah Depok, Jawa Barat, dan sebentar lagi akan memasuki semester 4.
Perjalanan Chelsea menjadi gambaran bahwa anak-anak dari desa pun mampu melangkah jauh ketika pendidikan, kemauan belajar, dukungan keluarga dan keberanian untuk mencoba terus dijaga.
Kabar terbaru tentang Chelsea terpantau melalui sebuah video singkat yang dibagikan oleh salah seorang warga Desa Salongo Bersatu, Eeik Salendo, dalam grup WhatsApp Kerukunan Masyarakat Desa Salongo Bersatu.
Eeik Salendo sendiri diketahui telah lama berdomisili di Jakarta dan bekerja di Mitsubishi Pondok Indah.
Dalam video tersebut, Chelsea terlihat melakukan kunjungan dan mengikuti kegiatan presentasi asuransi jiwa bersama Kepala Dealer dan jajaran staf kantor.
Bagi masyarakat Desa Salongo Bersatu, momen tersebut bukan sekadar sebuah kegiatan biasa. Di baliknya ada cerita tentang seorang anak desa yang terus melangkah, menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, dan mulai membangun pengalaman serta wawasan di tengah lingkungan profesional.
Chelsea kini bukan lagi sekadar membawa nama keluarganya. Ia juga membawa nama Desa Salongo Bersatu di tanah rantau.
Perjalanannya yang sebentar lagi memasuki semester 4 menjadi pengingat bahwa perjuangan menempuh pendidikan tinggi membutuhkan ketekunan, kesabaran dan dukungan keluarga yang tidak pernah putus.
Bagi para orang tua di Desa Salongo Bersatu yang saat ini sedang menyekolahkan anak-anak mereka di perguruan tinggi, kisah Chelsea bisa menjadi sebuah pesan sederhana namun kuat:
Jangan pernah merasa bahwa anak dari desa memiliki mimpi yang terlalu tinggi. Selama ada kesempatan, doa, pendidikan dan kemauan untuk berjuang, tidak ada yang tahu sejauh mana langkah seorang anak akan membawa nama keluarganya.
Pendidikan mungkin membutuhkan pengorbanan hari ini, tetapi hasilnya dapat menjadi bekal seorang anak untuk membuka jalan kehidupan yang lebih luas di masa depan.
Dari Salongo Bersatu, Chelsea membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal batas desa.
Semoga perjalanan pendidikan Chelsea hingga menyelesaikan studinya nanti terus mendapat kemudahan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Salongo Bersatu lainnya.
Karena ketika seorang anak berhasil melangkah jauh, sesungguhnya seluruh kampung halaman ikut merasakan kebanggaannya.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
