PILARBMR.COM, BOLSEL- Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) ke-17, berlangsung meriah dan khidmat dengan menggunakan nuansa adat yang kental. Dalam pantauan awak media ini, kegiatan ini dilaksanakan di Alun-alun Molibagu Senin, (21/07/2025).

Penampilan yang sangat stimewa ditunjukkan Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, bersama sang istri Ny. Selpian Kamaru Manoppo, serta Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid dan istri Ny. Rosdiana Abdul Hamid Lapatola, tampil mengenakan baju adat khas Suku Bolango.
Melalui kesempatan itu Bupati Iskandar Kamaru, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, tampak gagah dalam busana adat bernama Ohongia, sementara sang istri anggun dengan Bua Damba, pakaian adat perempuan Bolango. Busana berwarna ungu dengan ornamen merah muda pada penutup kepala itu mencuri perhatian para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru pun meminta izin kepada masyarakat suku Bolango untuk memakai baju adat tersebut.
“Saya mohon izin kepada masyarakat suku Bolango hari ini memakai baju adat ini,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Bolsel mengajak kepada seluruh masyarakat Bolsel untuk mengenang kebaikan para tokoh-tokoh Pemekaran yang telah mendedikasikan dirinya, demi memperjuangkan daerah Bolmong Selatan yang sama kita cintai.

“Mari sama-sama kita menjaga Daerah Kabupaten Bolse yang kita cintai, Selamat Harlah Bolsel ke 17. Daerah ini milik kita bersama, mari kita jaga dan majukan bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolsel, Delfian Thanta, busana adat tersebut merupakan hasil revitalisasi budaya melalui Seminar Budaya Bolango pada 2024.
“Pakaian ini adalah hasil kajian mendalam untuk menghidupkan kembali identitas budaya Bolango. Nama pakaiannya adalah Ohongia dan Bua Damba,” jelas Delfian.
Bolsel sendiri dikenal sebagai daerah multikultural, yang dikenal keberagaman sukunya seperti Mongondow, Bolango, Gorontalo, Minahasa, dan Sangihe.
Penampilan bupati dan wakil bupati dalam balutan adat Bolango menunjukkan menjadi simbol penghormatan terhadap kekayaan budaya daerah yang terus dijaga kelestariannya.
(H)***
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
