Bupati Iskandar Kamaru Soroti Risiko Lingkungan Tambang JRBM, Minta Mitigasi Diperjelas

Bagikan Berita ini

PILARBMR.COM, KOTAMOBAGU — Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Dr (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., menyoroti sejumlah aspek lingkungan dalam rapat lanjutan Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup terkait pembahasan Adendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Andal) serta Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) Tipe A PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM).

Rapat tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Selasa (11/8/2026), dan menjadi bagian dari tahapan uji kelayakan lingkungan hidup terhadap rencana kegiatan perusahaan.
Kegiatan itu turut diikuti secara daring oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Hadir pula Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., bersama jajaran serta sejumlah unsur terkait.
Dalam forum tersebut, Bupati Iskandar menyampaikan sejumlah masukan, terutama menyangkut kesiapan pengelolaan dan mitigasi terhadap potensi dampak lingkungan dari aktivitas perusahaan.

Iskandar meminta agar setiap titik lokasi kegiatan yang berada dalam rencana pengembangan wilayah di Kabupaten Bolsel dilengkapi dengan dokumen perencanaan penanganan lingkungan yang komprehensif, terukur, jelas, dan transparan.
Menurutnya, dokumen tersebut harus mampu menggambarkan secara rinci berbagai potensi dampak yang mungkin terjadi, termasuk kemungkinan rembesan material yang berpotensi mengarah ke wilayah hulu sungai.

Hal ini, kata Iskandar, perlu menjadi perhatian serius karena sungai memiliki fungsi penting bagi keberlangsungan ekosistem sekaligus kehidupan masyarakat di wilayah sekitarnya.
“Upaya mitigasi harus direncanakan secara presisi sejak awal, sehingga setiap potensi dampak lingkungan dapat diantisipasi dan ditangani dengan baik,” ujar Iskandar.

Selain kelengkapan dokumen, Bupati Bolsel menekankan agar seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan benar-benar diterapkan secara konsisten di lapangan.
Ia menilai komitmen terhadap perlindungan lingkungan tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen maupun pernyataan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata, pengawasan berkelanjutan, serta evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan.
Iskandar juga menyoroti pentingnya langkah pemulihan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas pertambangan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjawab keresahan masyarakat, terutama terkait potensi luapan air ketika hujan serta berbagai risiko lingkungan yang dapat muncul di kemudian hari.
“Yang paling penting adalah bagaimana aturan dilaksanakan secara konsisten di lapangan dan manfaat dari aktivitas investasi juga dapat dirasakan masyarakat, termasuk melalui upaya pemulihan lingkungan di wilayah terdampak,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, lanjut Iskandar, akan terus mengawal proses pengelolaan lingkungan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Pemkab Bolsel juga menyatakan komitmennya untuk mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan memberikan manfaat bagi daerah serta masyarakat, dengan tetap mengedepankan perlindungan dan kelestarian lingkungan.

Rapat tersebut turut dihadiri Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolsel, Sekretaris Daerah, para Asisten, Tenaga Ahli, pimpinan OPD terkait, para Kepala Bagian, para Camat, para Sangadi, serta perwakilan masyarakat lingkar tambang

Komentar Facebook

Baca Juga

Kawal Aspirasi Rakyat, Wakil Ketua Dan Anggota DPRD Hadiri Musrembang

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) hadiri …

Kokohkan Ekosistem Danantara, BNI Dorong Pembiayaan Berkualitas Bagi Pelaku Usaha

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL- Ketika peluang pasar semakin terbuka, kesiapan modal menjadi salah satu faktor …