PILARBMR.COM, BOLSEL — Suasana ruang tunggu pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) tampak berbeda pada Rabu (12/8/2026). Di antara warga yang tengah menunggu pelayanan kesehatan, terlihat seorang pria mengenakan kemeja putih dan celana hitam duduk tenang mengikuti antrean.
Pria tersebut tak lain adalah Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si. Kehadirannya di ruang tunggu rumah sakit menarik perhatian warga. Alih-alih menggunakan fasilitas khusus sebagai kepala daerah, Iskandar memilih membaur dan mengikuti prosedur pelayanan sebagaimana masyarakat pada umumnya.
Ia tampak sabar menunggu hingga namanya dipanggil petugas registrasi. Sementara warga lainnya dilayani satu per satu, sang bupati tetap duduk mengikuti alur pelayanan tanpa meminta perlakuan istimewa.
Bagi sebagian orang, antrean di rumah sakit mungkin merupakan hal biasa. Namun, bagi warga yang menyaksikan langsung, momen tersebut menjadi pemandangan yang cukup berkesan. Seorang kepala daerah terlihat menempatkan dirinya sejajar dengan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sebagai bupati, Iskandar Kamaru tentunya memiliki akses dan kewenangan yang memungkinkan dirinya memperoleh pelayanan secara lebih cepat. Namun, kesempatan tersebut tidak ia manfaatkan.
Ia justru memilih merasakan secara langsung pengalaman masyarakat, mulai dari mengikuti proses registrasi, menunggu antrean, hingga mendapatkan pelayanan medis.
Sikap sederhana tersebut sekaligus memberikan gambaran tentang pentingnya seorang pemimpin memahami secara langsung kondisi pelayanan publik yang dirasakan masyarakat. Dengan berada di tengah warga, seorang pemimpin dapat melihat dan merasakan sendiri bagaimana proses pelayanan berjalan dari sudut pandang masyarakat.
Kehadiran Bupati Iskandar di ruang tunggu RSUD Bolsel pun menjadi perhatian warga. Tidak ada jarak antara pejabat dan masyarakat. Tidak ada perlakuan khusus. Yang terlihat hanyalah seorang kepala daerah yang memilih mengikuti aturan dan antrean yang sama dengan warga lainnya.
Momen tersebut menjadi pesan sederhana bahwa jabatan bukanlah alasan untuk mengambil jarak dari masyarakat. Seorang pemimpin tetap merupakan bagian dari rakyat dan memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan publik yang baik, tertib, dan adil.
Di ruang tunggu RSUD Bolsel itu, sekat jabatan seakan melebur. Semua duduk dalam posisi yang sama, menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sebuah pemandangan sederhana, namun menyimpan pesan kuat tentang kesederhanaan, kedekatan dengan rakyat, dan pentingnya memberikan contoh dalam menghargai pelayanan publik.
(H)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
