PILARBMR.COM, BOLSEL – Di atas ring, tidak ada kemenangan yang datang cuma-cuma. Setiap pukulan adalah hasil latihan, setiap keringat adalah bagian dari perjuangan, dan setiap tangan yang terangkat sebagai tanda kemenangan membawa satu kebanggaan nama daerah. Kebanggaan itulah yang kini kembali dirasakan Bolaang Mongondow Selatan (BOLSEL).
Kabar membanggakan datang dari dunia tinju. Putra Bolsel kembali mencatatkan prestasi dengan meraih Juara I tingkat provinsi. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bolsel melalui pemberian bonus oleh Bupati Iskandar Kamaru.
Kabar itu dibagikan Kepala Desa Pentadia, Husen Bilondatu, melalui akun Facebook resminya, Selasa (8/9/2026). Dalam unggahannya, Husen menandai akun resmi Rukli Paputungan sebagai pelatih dan akun Bupati Bolsel. “Alhamdulillah dapat bonus dari hasil kejuaraan Boxing di Manado dari Bupati Bolsel Haji Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si.” tulis Husen.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati, Sekretaris Daerah, Asisten III dan Pemerintah Kabupaten Bolsel atas apresiasi dan dukungan terhadap putra daerah yang telah beberapa kali mengukir prestasi sebagai juara pertama tinju tingkat provinsi.
Apresiasi itu bukan sekadar seremoni.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, S.Pt, MSi, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang ditorehkan putra daerah. “Saya merasa bangga putra Bolsel bisa meraih Juara 1” ujar Bupati
Kalimat itu mungkin singkat. Namun bagi seorang atlet, dukungan seorang kepala daerah memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah ucapan. Sebab di balik setiap kemenangan terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat, Latihan berulang-ulang, tubuh yang lelah, rasa sakit, jatuh dan bangkit kembali, hingga keberanian untuk masuk ke dalam ring dan berhadapan dengan lawan.
Karena itu, ketika pemerintah hadir memberikan apresiasi, ada pesan kuat yang sampai kepada para atlet. Perjuangan kalian dilihat. Keringat kalian dihargai. Prestasi kalian adalah kebanggaan daerah.
Foto Adu Jotos, Simbol Perjuangan yang Belum Berakhir
Unggahan Husen juga memperlihatkan momen silaturahmi bersama Bupati Bolsel. Dalam foto tersebut, Chliverd Tummimomor tampak berpose bersama Bupati dengan mengangkat tangan dalam gaya khas petinju. Adu jotos dalam sebuah foto menyimpan pesan yang dalam. Karena seorang juara tidak boleh berhenti hanya karena telah menang.
Setelah satu kemenangan, ada pertandingan berikutnya. Setelah satu medali, ada medali lain yang harus dikejar. Dan setelah nama daerah dikibarkan di satu arena, masih ada arena lain yang menunggu. Kini, tantangan berikutnya sudah disebutkan. “Next Open Tournament Kota Tomohon 🥊”
Tomohon menjadi target berikutnya.
Di sanalah mental juara kembali diuji. Bukan hanya soal seberapa keras pukulan dilepaskan, tetapi seberapa kuat seorang petinju mampu menjaga keberanian, disiplin dan semangat ketika berhadapan dengan lawan.
Dan di belakang perjuangan itu, ada pelatih Rukli Paputungan yang terus menempa, Ada keluarga yang terus mendoakan dan Ada masyarakat yang menaruh harapan serta ada Pemerintah Kabupaten Bolsel yang memberikan dukungan.
Tinju adalah tentang karakter, tentang keberanian, tentang disiplin, tentang bagaimana seorang anak muda belajar jatuh, bangkit, lalu kembali berdiri dengan kepala tegak.
Dan ketika tangan itu akhirnya terangkat di atas ring, yang ikut terangkat bukan hanya tangan seorang petinju. Ada nama Bolaang Mongondow Selatan di sana. Manado telah menjadi bagian dari cerita kemenangan. Kini Tomohon menunggu.
Dan putra Bolsel kembali bersiap naik ring, bukan sekadar untuk menang, tetapi untuk membuat nama daerahnya kembali disebut dengan bangga.
🥊 Bolsel Bertinju. Bolsel Berprestasi. Bolsel Bangga.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
