PILARBMR.COM, BOLSEL – Kekeringan di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) semakin terasa. Bukan hanya rumah-rumah warga yang kesulitan mendapatkan air, kondisi serupa bahkan terjadi di Rumah Dinas (Rudis) Bupati Bolsel.
Malam ini, aktivitas penggalian untuk pembuatan sumur bor air terlihat berlangsung di kawasan Rudis Bupati. Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi sumber air yang semakin sulit akibat cuaca panas dan kemarau berkepanjangan.
Bahkan Bupati Bolsel H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., turut merasakan dampak kekeringan tersebut.
Pemandangan ini menjadi gambaran bahwa kekeringan kali ini benar-benar dirasakan. Tak mengenal jabatan maupun status. Ketika sumber air mengering, semua harus berikhtiar mencari jalan keluar.
Di tengah kondisi tersebut, Bupati H. Iskandar Kamaru berharap masyarakat tetap bersabar menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan. Ia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa, sembari terus berikhtiar menghadapi kesulitan air.
Sebab bagi masyarakat Bolsel, kekeringan bukan perkara sederhana. Air adalah kebutuhan paling dasar- untuk minum, memasak, mandi hingga memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
Bahkan malam ini, ketika sebagian besar masyarakat tengah beristirahat, aktivitas penggalian sumur bor di Rudis Bupati masih berlangsung. Sebuah ikhtiar untuk menemukan sumber air di tengah kondisi tanah yang semakin kering.
Harapan pun terus dipanjatkan. Semoga panas yang berkepanjangan segera berakhir, langit Bolsel kembali menurunkan hujan, dan sumber-sumber air yang mengering perlahan kembali terisi.
Masyarakat diimbau tetap kuat, bersabar dan tidak berhenti berdoa. Karena di tengah keterbatasan, ikhtiar harus terus berjalan dan doa harus terus dipanjatkan.
Semoga hujan segera datang. Membasahi tanah yang kering, mengisi kembali sumber-sumber air, dan membawa kelegaan bagi masyarakat Bolsel yang kini sedang menanti.
Sebab ketika air menjadi langka, setiap tetesnya terasa seperti harapan.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
