PILARBMR.COM, BOLSEL – Bagi sebagian masyarakat, ternak bukan sekadar hewan peliharaan atau aset ekonomi. Ternak adalah tabungan keluarga, sumber penghidupan, harapan untuk menyekolahkan anak, serta sandaran hidup yang dirawat dengan penuh kesabaran.
Di balik setiap ternak yang dipelihara, ada keringat peternak yang tak selalu terlihat. Ada waktu, tenaga, dan harapan yang dipertaruhkan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, ketika ternak terserang penyakit, yang terancam bukan hanya kesehatan hewan, melainkan juga penghidupan masyarakat yang menggantungkan nasibnya pada sektor peternakan.
Berangkat dari kepedulian terhadap persoalan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus memperkuat pelayanan kesehatan hewan melalui inovasi Penguatan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Pengendalian Zoonosis atau PANANGO BOLSEL.
Program yang digagas Kepala Dinas Pertanian Bolsel, Anas Kangiden, S.P., M.Si., ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan terhadap ternak sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat peternak.
Sebab, menjaga kesehatan ternak sejatinya merupakan bagian dari menjaga kehidupan rakyat. Ternak yang sehat memberikan peluang bagi peternak untuk mempertahankan usahanya, menjaga sumber pendapatan keluarga, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
Ancaman penyakit hewan seperti rabies, antraks, dan penyakit mulut dan kuku (PMK) membutuhkan perhatian serius. Penanganan yang terlambat dapat menimbulkan kerugian ekonomi, mengancam kesehatan hewan, dan dalam kasus penyakit zoonosis tertentu, membahayakan kesehatan manusia.
Karena itu, upaya pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika penyakit mulai merebak. Pelayanan kesehatan hewan harus diperkuat, edukasi kepada peternak perlu diperluas, dan koordinasi lintas sektor harus terus dibangun.
Melalui inovasi PANANGO, Dinas Pertanian Bolsel mendorong penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi pelaporan dan pendataan ternak, pelayanan kesehatan masyarakat veteriner, serta vaksinasi gratis.
Program ini juga mendorong pembentukan kader peternakan di lapangan agar edukasi dan pendampingan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, termasuk sosialisasi, pelayanan kesehatan masyarakat veteriner, dan vaksinasi gratis di tujuh kecamatan di Kabupaten Bolsel.
Kegiatan tersebut didukung obat-obatan dan vaksin PMK serta rabies melalui dukungan APBD Pemerintah Kabupaten Bolsel, APBD Provinsi, dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyakit sekaligus membangun kesadaran bahwa kesehatan ternak merupakan tanggung jawab bersama.
Sebab, jangan sampai masyarakat baru merasakan pentingnya perlindungan ketika ternak mereka telah jatuh sakit dan kerugian sudah di depan mata. Pencegahan hari ini adalah ikhtiar untuk menjaga penghidupan peternak esok hari.

Komitmen memperkuat perlindungan ternak kembali diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Sinergisitas antara Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian RI Kabupaten Bolsel, yang dirangkaikan dengan pelatihan kader PPL, Rabu (14/10/2026), di Balai Desa Toluaya.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian Bolsel, Anas Kangiden, S.P., M.Si.; Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian, Yenie Turang, S.P.; koordinator penyuluh; serta para penyuluh pertanian se-Kabupaten Bolsel.
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengatasi keterbatasan sumber daya manusia di bidang peternakan, khususnya untuk mendukung pelayanan kesehatan hewan, pendampingan masyarakat, dan pengendalian penyakit.
Melalui penguatan sinergi dan pelatihan kader, penyuluh diharapkan semakin berperan dalam membantu peternak memahami pentingnya pencegahan penyakit, mengenali risiko gangguan kesehatan ternak, serta memperoleh informasi mengenai pelayanan yang tersedia.
Lebih dari sekadar agenda koordinasi, penguatan peran penyuluh dan kader merupakan langkah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Peternak membutuhkan pendampingan, informasi yang mudah dipahami, dan akses pelayanan yang memadai. Mereka tidak seharusnya dibiarkan menghadapi ancaman penyakit ternak seorang diri.
Dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, penyuluh, kader, dan masyarakat, upaya perlindungan ternak diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pembangunan peternakan bukan hanya tentang meningkatkan produksi atau memperbesar jumlah populasi ternak. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu melindungi sumber penghidupan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang kesejahteraan bagi keluarga peternak.
Melalui PANANGO BOLSEL, Dinas Pertanian berupaya memastikan bahwa kesehatan ternak menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Sebab, bagi peternak kecil, seekor ternak bisa menjadi modal usaha yang dikumpulkan bertahun-tahun. Kehilangannya bukan sekadar berkurangnya jumlah hewan, melainkan juga hilangnya sebagian harapan yang telah dirawat dengan susah payah.
Di sinilah kepedulian harus hadir: bukan hanya ketika rakyat menghadapi kerugian, tetapi juga sebelum ancaman datang. Bukan hanya berbicara tentang kesejahteraan, tetapi membangun perlindungan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk mempertahankan dan meningkatkan kehidupannya.
Ternak yang sehat membantu menjaga penghidupan peternak. Peternak yang terlindungi turut memperkuat ketahanan pangan. Dan masyarakat yang sehat serta sejahtera merupakan bagian penting dari masa depan Bolsel.
Melalui inovasi PANANGO, harapan tersebut terus diupayakan melalui penguatan pelayanan, edukasi, pencegahan penyakit, dan kolaborasi lintas sektor.
Karena kepedulian kepada rakyat tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, kepedulian itu hadir dari langkah sederhana: memastikan ternak tetap sehat, peternak tetap memiliki harapan, dan keluarga mereka tetap mempunyai sandaran penghidupan.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
