AMBULANS TAK DILAYANI, MOBIL ANGGOTA DPRD DISEBUT BISA ISI PERTALITE DI SPBU SOGUO

Bagikan Berita ini

PILARBMR.COM, BOLSEL Setelah sebelumnya dugaan persoalan penyaluran solar bersubsidi di SPBU Soguo sempat menjadi sorotan, kini kembali mencuat keluhan terkait pelayanan pengisian BBM di SPBU Soguo, yang berada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Kali ini, keluhan datang dari seorang sopir ambulans berinisial JP. Ia mengaku kecewa setelah kendaraan ambulans yang digunakannya untuk pelayanan pasien disebut tidak mendapatkan pengisian Pertalite karena informasi bahwa stok BBM tersebut sedang habis.

Namun, tidak lama kemudian JP mengaku melihat sebuah mobil berwarna merah mendapatkan pelayanan pengisian Pertalite di SPBU tersebut.

Kondisi itu kemudian menimbulkan pertanyaan dari JP mengenai kesetaraan pelayanan kepada konsumen, terlebih kendaraan yang dibawanya merupakan ambulans yang harus selalu dalam kondisi siap siaga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membawa pasien.

Peristiwa yang disebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA, kemarin rabu (26/8/2026) itu bermula ketika JP hendak mengisi Pertalite untuk ambulans. Saat itu, JP datang bersama seorang rekannya yang juga merupakan sopir ambulans dan membawa kendaraan ambulans.

Menurut pengakuan JP, ketika hendak melakukan pengisian, dirinya mendapat informasi dari salah seorang karyawan bahwa Pertalite sedang habis.

Karena tidak dapat melakukan pengisian, JP kemudian meninggalkan area SPBU dan mencari BBM di tempat lain. Ia mengaku membeli Pertalite di depot milik warga yang lokasinya tidak jauh dari SPBU Soguo.

Namun, tak lama berselang, JP kembali memperhatikan kondisi di SPBU. Ia mengaku melihat sebuah mobil berwarna merah sedang mendapatkan pelayanan pengisian BBM.

Hal tersebut membuat JP heran. Sebab, sebelumnya ia telah mendapat informasi bahwa Pertalite habis dan ambulans yang dibawanya tidak dapat melakukan pengisian.

JP kemudian kembali mendatangi SPBU untuk meminta penjelasan mengenai kondisi tersebut.

Menurut pengakuannya, salah seorang karyawan kemudian menyampaikan bahwa kendaraan berwarna merah tersebut merupakan kendaraan milik anggota DPRD.

Jawaban itu membuat JP kecewa dan mempertanyakan apakah pelayanan pengisian BBM di SPBU Soguo benar-benar diberlakukan secara sama terhadap seluruh konsumen.

Kekecewaan tersebut kemudian dituangkan JP melalui status WhatsApp.

“Masa mobil anggota dewan boleh dilayani pengisian Pertalite, sementara kami yang mengendarai mobil ambulans, yang semua orang tahu kendaraan ini untuk pelayanan pasien, tidak dilayani permintaan pengisian Pertalite?” tulis JP dalam statusnya

Saat dikonfirmasi awak media PilarBMR.com, JP membenarkan bahwa status tersebut merupakan bentuk kekecewaannya atas kejadian yang dialaminya.

“Saya tidak ingin ada perbedaan, karena mobil kami juga harus siap siaga. Kalau ada pasien yang akan kami bawa ke rumah sakit, kami harus siap kapan saja” ungkapnya

JP juga menjelaskan, sebelum kejadian tersebut, dirinya membawa pasien korban kecelakaan dari Desa Solimbayuga, Kecamatan Posigadan, menuju rumah sakit di Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki.

Setelah mengantar pasien, ia hendak kembali menuju Puskesmas Solimbayuga sebagai tempat asal ambulans. Namun, BBM kendaraan disebut sudah sangat minim dan dikhawatirkan tidak cukup untuk perjalanan kembali.

Karena itu, JP memutuskan mampir ke SPBU Soguo untuk mengisi Pertalite.

Namun, ia mengaku mendapat informasi bahwa Pertalite sedang habis. JP kemudian keluar dari area SPBU dan membeli BBM di depot milik warga.

Ia mengaku membeli dua galon Pertalite, masing-masing berisi lima liter, agar ambulans tersebut memiliki BBM yang cukup untuk kembali ke tempat asalnya.

Persoalan kemudian muncul ketika JP melihat mobil berwarna merah mendapatkan pelayanan pengisian di SPBU.
JP pun kembali dan meminta penjelasan.

“Saya bertanya, kenapa mobil merah dilayani sementara mobil ambulans kami tidak dilayani. Saya kemudian mendapat jawaban bahwa yang punya mobil merah adalah anggota DPRD. Saya kaget dan akhirnya meluapkan kekesalan melalui status WhatsApp” pungkasnya

Sementara itu, awak media PilarBMR.com mengonfirmasi pemilik SPBU Soguo, Kifli Mundok, melalui WhatsApp terkait keluhan tersebut.

Kifli memberikan penjelasan berbeda. Ia mengatakan, pada saat kejadian, bukan hanya ambulans yang tidak mendapatkan pelayanan, tetapi seluruh kendaraan mengalami kendala karena jaringan EDC sedang mengalami gangguan.

“Memang semua kendaraan tidak dilayani atau tidak diisi karena jaringan EDC gangguan. Saat itu juga saya langsung memanggil salah seorang teknisi untuk menanganinya” jelas Kifli

Menurutnya, gangguan tersebut langsung ditangani oleh teknisi. Bahkan, Kifli mengaku teknisi masih berada di lokasi SPBU ketika dirinya meninggalkan tempat tersebut dan pulang ke rumah.

“Teknisinya masih di tempat SPBU sampai saya pulang ke rumah. Saya pulang ke rumah hanya diantar dengan motor” ungkapnya

Keterangan JP dan pemilik SPBU kini menghadirkan dua versi mengenai kejadian tersebut.

JP mengaku mendapat informasi bahwa Pertalite habis, namun kemudian melihat kendaraan lain mendapatkan pelayanan pengisian. Sementara pihak SPBU menyebut pelayanan saat itu terkendala gangguan jaringan EDC dan seluruh kendaraan tidak dapat dilayani.

Perbedaan keterangan inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan publik.

Jika benar jaringan EDC mengalami gangguan sehingga seluruh kendaraan tidak dapat dilayani, bagaimana kendaraan lain bisa mendapatkan pengisian pada saat yang sama?

Sebaliknya, apabila terdapat kondisi teknis atau prosedur tertentu yang memungkinkan kendaraan tertentu tetap mendapatkan pelayanan, apa dasar dan mekanisme pelayanan tersebut?

Pertanyaan tersebut penting dijawab agar tidak muncul persepsi adanya perlakuan berbeda terhadap konsumen.

Terlebih, kendaraan yang dibawa JP bukan sekadar kendaraan pribadi, melainkan ambulans yang digunakan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat dan harus selalu siap ketika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membawa pasien.

Munculnya keluhan terbaru ini juga menarik perhatian karena sebelumnya dugaan persoalan penyaluran solar bersubsidi di SPBU Soguo sempat menjadi sorotan.

Kini, kembali muncul keluhan, namun dengan persoalan berbeda, yakni terkait pelayanan pengisian Pertalite yang dialami sopir ambulans.

Dua persoalan tersebut tentu tidak serta-merta dapat disimpulkan memiliki keterkaitan. Masing-masing memiliki kronologi dan substansi berbeda.

Namun, munculnya keluhan secara berulang membuat aspek pelayanan, transparansi, dan kesetaraan konsumen menjadi penting untuk mendapat perhatian.

Sebab SPBU merupakan fasilitas pelayanan BBM yang digunakan oleh masyarakat luas. Karena itu, mekanisme pelayanan semestinya dapat dipahami dan diterapkan secara konsisten kepada seluruh konsumen.

Pihak SPBU telah memberikan klarifikasi. JP juga telah menyampaikan kronologi berdasarkan apa yang dialaminya.

Kini, fakta di lapangan yang akan menjawab polemik tersebut.

Apakah benar pelayanan saat itu terhenti sepenuhnya akibat gangguan EDC? Jika benar, bagaimana kendaraan berwarna merah yang disebut milik anggota DPRD dapat memperoleh pengisian?

Dan apabila memang terdapat alasan atau prosedur khusus yang membuat kendaraan tertentu tetap dapat dilayani, apakah prosedur tersebut berlaku sama bagi konsumen lainnya, termasuk kendaraan ambulans?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang perlu dijelaskan secara terbuka agar persoalan tidak berhenti pada klaim dan bantahan semata.

Pada akhirnya, masyarakat hanya membutuhkan satu hal yakni: pelayanan BBM yang adil, transparan dan tidak membedakan konsumen berdasarkan status maupun siapa pemilik kendaraan.

PilarBMR.com tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara utuh kepada masyarakat.

(HT)*

Komentar Facebook

Baca Juga

Kawal Aspirasi Rakyat, Wakil Ketua Dan Anggota DPRD Hadiri Musrembang

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) hadiri …

Kacabjari Dumoga Turun Tangan? Dugaan Mafia Solar Soguo Seret Nama IT dan ZM

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL – Dugaan permainan penyaluran solar subsidi di SPBU Soguo, Kecamatan Bolaang …