PILARBMR.COM, BOLSEL – Polemik terkait pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Soguo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kembali menjadi perhatian publik.
Sebelumnya, keluhan terkait pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Soguo mencuat setelah seorang sopir berinisial JP mengungkapkan kekecewaannya melalui status WhatsApp. Peristiwa tersebut disebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA, saat JP datang ke SPBU bersama rekannya yang juga merupakan seorang sopir dan membawa kendaraan ambulance.
Keluhan tersebut kemudian menjadi perbincangan di media sosial, termasuk setelah diposting dalam grup Facebook Suara Rakyat Bolsel.
Menanggapi pemberitaan dan perbincangan tersebut, Har Bunsal, yang diketahui juga merupakan penanggung jawab di SPBU Soguo, memberikan klarifikasi melalui akun Facebook pribadinya, Har Bunsal New.
Dalam komentarnya, Har menegaskan bahwa pihak SPBU tidak mungkin menolak pelayanan terhadap ambulance yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Menurutnya, sekalipun ambulance datang untuk melakukan pengisian BBM pada kondisi sudah larut malam, kendaraan tersebut tetap akan mendapatkan pelayanan.
Har menjelaskan, kendala yang terjadi menurutnya disebabkan adanya gangguan pada jaringan sehingga proses pengisian harus menunggu teknisi.
“Torang samua besaudara” tulis Har dalam komentarnya
Namun, penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah publik, khususnya terkait waktu kejadian.
Pasalnya, berdasarkan informasi yang disampaikan sebelumnya, peristiwa yang dikeluhkan JP terjadi sekitar pukul 16.00 WITA, bukan pada malam hari.
Sementara dalam tanggapannya, Har menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang terjadi “tadi malam”.
Perbedaan penyebutan waktu tersebut tentu membutuhkan klarifikasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan tafsir berbeda di tengah masyarakat.
Jika memang benar terjadi gangguan jaringan, publik tentu berhak mengetahui pukul berapa gangguan tersebut terjadi, berapa lama berlangsung, serta apakah benar pada saat ambulance datang sistem pengisian BBM sedang mengalami gangguan.
Begitu pula dengan pernyataan bahwa ambulance akhirnya langsung dilayani setelah menunggu beberapa menit. Hal tersebut juga penting diperjelas agar persoalan tidak berkembang hanya berdasarkan klaim dari satu pihak.
Sebab, persoalan yang menjadi sorotan bukan semata-mata soal apakah ambulance mendapat pelayanan atau tidak, melainkan bagaimana pelayanan tersebut berlangsung ketika kendaraan yang datang merupakan ambulance yang membawa kepentingan pelayanan masyarakat.
Terlebih, SPBU merupakan fasilitas pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat setiap hari.
Karena itu, penjelasan dari pihak SPBU diharapkan dapat memberikan gambaran secara terang mengenai kronologi kejadian, termasuk soal gangguan jaringan dan waktu sebenarnya ketika ambulance datang melakukan pengisian BBM.
Publik pun kini menunggu apakah terdapat catatan transaksi atau rekam sistem SPBU yang dapat menjelaskan secara objektif waktu kedatangan dan pelayanan terhadap ambulance tersebut.
Dengan demikian, polemik ini tidak berhenti pada pernyataan maupun bantahan di media sosial, tetapi dapat terang berdasarkan fakta dan data yang sebenarnya.
Torang samua besaudara, sebagaimana disampaikan Har Bunsal. Namun dalam persoalan pelayanan publik, persaudaraan tentu akan semakin baik apabila disertai keterbukaan, pelayanan yang adil, dan penjelasan yang terang kepada masyarakat.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
