Dugaan Mafia Solar di SPBU Soguo Disorot, Publik Desak Aparat Turun Tangan

Bagikan Berita ini

PILARBMR.COM, BOLSEL – Dugaan praktik “mafia solar” di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Desa Soguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kembali menjadi sorotan publik.

Sorotan itu mencuat setelah akun Facebook Farwan Manoppo menyampaikan kritik melalui grup Facebook SUARA MASYARAKAT BOLSEL, Selasa (18/8/2026). Dalam unggahannya, Farwan mempertanyakan dugaan praktik penyaluran solar yang dinilai berpotensi meresahkan masyarakat dan merugikan konsumen, khususnya mereka yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada BBM bersubsidi.

Isu ini sontak menjadi perhatian karena solar bersubsidi bukan sekadar komoditas biasa. Bagi masyarakat tertentu, termasuk nelayan, solar merupakan kebutuhan utama untuk mengoperasikan kapal dan mencari nafkah.

Ketika akses terhadap solar bersubsidi diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya, persoalannya bukan hanya menyangkut antrean atau ketersediaan BBM. Ada kepentingan ekonomi masyarakat kecil yang ikut dipertaruhkan.

Karena itu, jika benar terdapat praktik pembelian secara berulang, penimbunan, pengalihan, atau bentuk penyimpangan lain dalam distribusi solar bersubsidi, dugaan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai perdebatan di media sosial. Aparat dan instansi terkait perlu turun langsung melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan penting dilakukan untuk memastikan apakah seluruh proses penyaluran BBM di SPBU tersebut telah berjalan sesuai ketentuan atau justru terdapat indikasi penyimpangan yang merugikan masyarakat.

Farwan pada prinsipnya meminta agar dugaan tersebut mendapat perhatian serius dan tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.

“Jika memang ada dugaan praktik mafia solar, jangan hanya menjadi isu di media sosial. Harus ada pemeriksaan dan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran” demikian kritik yang disampaikannya

Namun demikian, perlu ditegaskan bahwa dugaan tersebut belum merupakan kesimpulan hukum. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU Soguo maupun instansi berwenang yang membenarkan adanya praktik “mafia solar” sebagaimana yang disorot dalam unggahan tersebut. Karena prinsip asas praduga tak bersalah dan keberimbangan tetap harus dikedepankan.

Jika tidak ditemukan pelanggaran, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan resmi agar polemik yang berkembang tidak menjadi tudingan tanpa dasar. Sebaliknya, apabila pemeriksaan menemukan adanya penyimpangan, publik tentu berharap ada tindakan tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebab, distribusi BBM bersubsidi menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jangan sampai subsidi yang seharusnya membantu masyarakat justru diduga menjadi celah keuntungan bagi segelintir pihak.

Publik menunggu apakah dugaan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan nyata atau kembali berhenti sebagai polemik di media sosial.

Masyarakat berharap distribusi solar bersubsidi di Bolsel benar-benar tepat sasaran, transparan, dan dapat diakses oleh masyarakat yang memang berhak.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU Soguo dan instansi terkait masih perlu memberikan klarifikasi atas dugaan yang menjadi sorotan publik tersebut.

(HT)*

Komentar Facebook

Baca Juga

Kawal Aspirasi Rakyat, Wakil Ketua Dan Anggota DPRD Hadiri Musrembang

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) hadiri …

PETI Lokosina Makin Terbuka, Excavator Ditemukan KPH, Jejak “Pemodal Besar” Mulai Disorot

Bagikan Berita iniPILARBMR.COM, BOLSEL – Pengusutan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Lokosina, …