PILARBMR.COM, MANADO – Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Deddy Abdul Hamid, menghadiri kegiatan Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Dunia Usaha Sulawesi Utara yang digelar Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Four Points by Sheraton Manado tersebut menjadi forum untuk membahas perkembangan perekonomian, dinamika dunia usaha, serta berbagai peluang dan tantangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Forum ini menghadirkan dua narasumber, yakni Chief Economist BCA Group David E. Sumual dan Dahlan Iskan, Menteri BUMN periode 2011–2014 sekaligus pengusaha.
David E. Sumual membawakan materi “Outlook Ekonomi Indonesia 2026–2027: Peluang & Risiko bagi Dunia Usaha di Kawasan Timur”. Sementara Dahlan Iskan mengangkat tema “Mengubah Tantangan menjadi Peluang: Perspektif Pelaku Usaha menghadapi Transformasi Ekonomi.”
Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta opening remarks Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto.
Dalam sambutannya, Joko menyampaikan apresiasi kepada para mitra, pelaku usaha, perbankan, dan masyarakat yang selama ini berpartisipasi sebagai responden dalam berbagai survei rutin Bank Indonesia Sulawesi Utara.
Menurutnya, data dari berbagai survei, di antaranya Survei Penjualan Eceran, Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) hingga kegiatan liaison, menjadi salah satu landasan penting dalam penyusunan asesmen perekonomian daerah.
Data tersebut kemudian dimanfaatkan Bank Indonesia dalam penyusunan Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang diharapkan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata.
Penguatan sinergi bersama TPID, TP2DD, dan RIRU juga menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan serta menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Joko menyebut, perekonomian Sulawesi Utara masih menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Pada triwulan II 2026, ekonomi Sulawesi Utara tercatat tumbuh 5,42 persen secara tahunan (yoy), dengan sejumlah sektor seperti pertanian, perdagangan, industri pengolahan, transportasi, dan konstruksi menjadi penopang pertumbuhan.
Dari sisi perbankan, pertumbuhan kredit pada Juli 2026 tercatat 3,08 persen, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,08 persen. Adapun rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada pada level 2,77 persen.
Di sisi lain, pengendalian inflasi tetap menjadi perhatian. Inflasi kumulatif Sulawesi Utara hingga Agustus 2026 tercatat 3,68 persen secara year to date (ytd). Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.
Kehadiran Wabup Deddy Abdul Hamid dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bolsel untuk memperluas wawasan terkait perkembangan ekonomi dan dunia usaha, sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui forum ini, Pemkab Bolsel mendapatkan tambahan perspektif mengenai berbagai tantangan dan peluang ekonomi yang dapat menjadi bahan dalam mendorong pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bolsel terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui sinergi antarpemangku kepentingan, optimalisasi potensi lokal, serta pengembangan peluang usaha yang diharapkan dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
(HT)*
PilarBMR | Portal Berita Online Portal Berita Online
